Jasa pembuatan Aplikasi dan website

header ads

Wanitaku yang Tak Pernah Banyak Meminta, Justru Kesederhanaanmu yang Membuatku Ingin Selalu Berusaha

Gadisku yang tak pernah banyak meminta,
Dari dirimulah aku belajar makna memberi dan menerima. Bahwa cinta adalah tentang mencukupi tanpa harus selalu terlebih dulu dimintai. Bahwa ikhlas adalah senyumanmu saat aku belum sepenuhnya bisa membuatmu bangga, saat diriku kadang masih saja membuatmu sedih dan kecewa.
Dari dirimu, aku belajar arti kesederhanaan. Bahwa kencan terbaik kadang tak harus direncanakan. Bahwa tak perlu hari khusus untuk saling mengungkapkan rasa. Bahkan kita tak selalu perlu kata-kata. Cukup dengan pandangan mata, kita mudah memahami apa yang satu sama lain pikirkan dalam kepala.
Kau telah mengajarkanku banyak hal. Tentang diriku, tentang kehidupan. Walau kau tak pernah banyak meminta, izinkanlah aku kali ini memberikan yang terbaik yang aku bisa. Bukan hanya lewat kata-kata. Namun juga tindakan nyata.
Selama ini kaulah yang setia mendampingi. Pribadimu dewasa dan menggenapi, membuatku berhenti mencari

Kau menggenapi .

Bisa dihitung dengan jari, momen kau bertanya mengapa padamu aku jatuh cinta. Padahal jawabannya mudah saja: bersamamu, hubungan dua manusia terasa dewasa dan minim drama.
Bukan hanya untuk hari ini, namun juga masa depan. Denganmu cinta bukan hanya formula kata-kata manis, namun juga kerelaan untuk memaafkan saat salah satu dari kita terbentur kekhilafan. Pun penyemangat saat yang lain mesti terantuk batu karang.
Dan ingatkah ketika kau pertama kali berjumpa ?  kita penuh tawa meski dirimu gugup pada awalnya.
Kau lugas tanpa rahasia, lebih banyak memberi daripada meminta. Tak ada pilihan bagiku selain jatuh cinta.

Kita tak bersembunyi
Kita tanpa rahasia .
Kau tak pernah berusaha menyembunyikan dirimu yang sebenarnya. .
Kau memaksa. Memang terkadang, kau bisa sedikit keras kepala.
bercerita banyak tentang bedanya dunia kuliah dan kerja. Kau yang masih menyusun skripsi (“Tertatih-tatih!” menurut penuturanmu sendiri), dan aku yang sudah mulai merangkak merintis karier. “Aku mau kejar wisuda semester depan,” katamu. “Demi orangtuaku juga.” Kau ingin segera diresmikan sebagai sarjana agar bisa membantu keuangan keluarga.
Jujur, katamu, kau memang tak dibesarkan dalam keluarga yang kaya-raya. Jika menginginkan sesuatu, kau harus berjuang untuk mendapatkannya.
Aku tahu kau tak pernah meminta. Namun izinkanlah diriku membuatmu bahagia, lewat sebuah tindakan nyata


Izinkan aku membuatmu bahagia.
Kita sudah bersama dalam waktu yang tak bisa dibilang sebentar. Selama itu, kaulah yang lebih banyak bersabar. Aku tahu, kau berhak mendapatkan lebih dari apa yang selama ini kuberikan.
Sulit menebak apa yang kau mau saat dirimu nyaris tak pernah meminta. “Apa ya? Hahaha. Aku sudah semua punya yang kubutuhkan, kok,” katamu, saat aku mencoba bertanya.
Namun ini bukan soal mencukupi kebutuhan sandang-pangan-papan. Ini soal membahagiakan seseorang yang istimewa dengan mewujudkan apa yang menjadi keinginannya. 

Cinta tak datang begitu saja pada kita; ia ada karena kau dan aku berusaha. Dan diriku punya ribuan alasan untuk tetap mengusahakannya

A
Jalan kita masih panjang, bukan?
Sapaanmu kala pagi yang masih sanggup mengecup lubuk hati,
Pertanyaan-pertanyaan remeh yang sebenarnya adalah bentuk tulus dari perhatian,
Saat kau berkata, “Aku ingin lebih keras bekerja.” Membuktikan pada dirimu .
Beberapa hal yang kau lakukan untuk membuatku selalu jatuh cinta.
Kita telah bersama untuk waktu yang cukup lama. Namun hari-hari denganmu adalah waktu yang kuharap tak akan ada ujungnya. Sebanyak apapun momen yang pernah kita habiskan bersama, aku menginginkan jauh lebih banyak lagi canda dan tawa. Dan dalam hidupku, kau yang paling mahir menghadirkannya.
wanita ku julyana pohan yang tak pernah banyak meminta,
Kau mandiri dan dewasa, lebih ingin memberi ketimbang menerima. Namun percayalah, kau berhak dibuat bahagia. Dan setelah apa yang kau lakukan untukku selama ini, bukankah sudah waktunya bagiku untuk membalasnya?
Aku ingin membuktikan secara nyata apa yang kurasa. Bolehkah kali ini, kubuat kau merasa bahagia?
Dariku,
Yang selama ini menyayangi diri mu julyana pohan :) tapi ada yang lebih yaitu ortu mu dia lah yang lebih menyayangi diri mu :)

sumber : disini

Post a Comment

0 Comments